Dalam membangun sebuah bisnis/usaha sudah menjadi pemahaman umum bahwa faktor pemasaran salah satu faktor kunci keberhasilan.Kesuksesan dalam pemasaran juga tidak datang dengan
sendirinya, tetapi perlu suatu upaya yang gigih dan perlu dilakukan
pengembangan agar mendapatkan hasil yang maksimal.
1. Pengembangan pemasaran
itu sendiri didukung oleh beberapa faktor, diantaranya penentuan harga
jual yang telah kita bahas dalam artikel sebelumnya. Selain harga jual
untuk memastikan keberhasilan suatu pemasaran salah satu faktor yang
tidak boleh diabaikan adalah segmentasi pasar.
2. Menentukan segmentasi pasar adalah
langkah yang harus dilakukan sebelum Anda menjual suatu produk dijual ke
pasar. Hal tersebut terkait dengan penentuan sasaran yang dinilai
prospektif dalam strategi pemasaran. Penentuan
segmentasi pasar dilakukan dengan cara memecah beberapa konsumen yang
prospek menjadi bagian kecil. Secara umum, ada beberapa panduan yang
digunakan dalam menentukan segmentasi pasar yaitu terdiri atas :
Minggu, 22 April 2012
struktur pasar
Struktur pasar merupakan penggolongan pasar berdasarkan strukturnya. Dibagi kedalam beberapa bagian yaitu:
- Pasar Persaingan Sempurna (perfect competition) adalah sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat memengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk.
- Pasar Monopoli adalah pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar.
- Pasar Monopolistis adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang
menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa
aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap
produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang
membedakannya dengan produk lainnya. Adapun ciri-ciri Pasar Persaingan Monopolistik adalah sebagai berikut:
1. Terdapat banyak penjual
2. Barangnya berbeda corak
3. Perusahaan mempunyai sedikit kekuasaan mempengaruhi harga.
4. Keluar dan masuk ke dalam industri relatif mudah
5. Persaingan menetapkan promosi penjualan sangat mudah
Konsep penerimaan perusahaan dan manajemen penerimaan
Penerimaan
adalah terjemahan dari revenue (atau sebaliknya) yaitu suatu konsep
yang menghubungkan antara jumlah barang yang diproduksi dengan harga
jual perunitnya. Konsep penerimaan tentu saja dipandang dari sisi
permintaan (bukan penawaran karena tidak semua barang yang ditawarkan
akan menjadi penerimaan (belum tentu laku dijual)).
Pada hakekatnya ada factor-faktor
yang mempengaruhi manajemen laba. Menurut Watt dan Zimmerman, (1986) ada tiga hipotesis yang melatarbelakangi terjadinya
manajemen laba, antara lain :
(1) Bonus plan hypothesis. Manajemen akan memilih
metode akuntansi yang memaksimalkan utilitasnya yaitu bonus yang tinggi.
Manajer perusahaan akan memberikan bonus besar berdasarkan earnings lebih
banyak menggunakan metode akuntansi yang meningkatkan laba yang dilaporkan.
(2)
Debt covenant hypothesis. Manajemen yang
melakukan pelanggaran perjanjian kredit cenderung memilih. metode akuntansi
yang memiliki dampak meningkatkan laba. Ini untuk menjelaskan reputasi mereka
dalam pandangan pihak eksternal.
Minggu, 15 April 2012
biaya (cost)
BIAYA
(COST)
Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi.
Beban (expense) adalah biaya yang dibebankan (matched) dengan pendapatan (revenue) dalam suatu periode akuntansi.
Obyek Biaya (Cost Object) adalah unit atau aktivitas dimana biaya diakumulasikan dan diukur. Unit atau aktivitas itu dapat berupa: produk, order, departemen, divisi, proyek.
Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi.
Beban (expense) adalah biaya yang dibebankan (matched) dengan pendapatan (revenue) dalam suatu periode akuntansi.
Obyek Biaya (Cost Object) adalah unit atau aktivitas dimana biaya diakumulasikan dan diukur. Unit atau aktivitas itu dapat berupa: produk, order, departemen, divisi, proyek.
Macam-macam Biaya (cost)
1. Biaya Pabrikasi :
·
Biaya Langsung : Biaya
yang langsung dalam proses produksi suatu barang, bahan baku, dll.
·
Biaya Tidak Langsung : Biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi
2.
Biaya
Non-pabrikasi :
·
Biaya Pemasaran yaitu biaya
yang diperlukan untuk memperoleh pesanan dan menyediakan produk bagi pelanggan
·
Biaya Administrasi yaitu biaya yang dibutuhkan untuk mengelola organisasi dan menyediakan
dukungan bagi karyawan
perilaku produsen
Produsen dan Fungsi Produksi
Produksi adalah usaha menciptakan dan meningkatkan
kegunaan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Dan orang yang menghasilkan
barang atau jasa untuk dijual atau dipasarkan disebut produsen. Untuk dapat
melakukan kegiatan produksi, seorang produsen membutuhkan faktor – faktor
produksi. Terdapat dua macam faktor produksi yaitu faktor produksi asli dan
faktor produksi turunan.
1. Faktor produksi asli
Yang termasuk faktor produksi asli antara lain sebagai
berikut :
·
Alam.
Contohnya : tanah, air, udara, sinar matahari, tumbuh – tumbuhan, hewan, barang
tambang.
·
Tenaga
kerja. Tanpa adanya tenaga kerja, sumber daya alam yang tersedia tidak akan
dapat dirubah atau diolah menjadi barang hasil produksi.
2. Faktor produksi turunan
Yang termasuk faktor produksi turunan adalah modal dan
keahlian.
A.
Fungsi Produksi
Fungsi produksi merupakan interaksi antara masukan
(input) dengan keluaran (output). Misalkan kita memproduksi jeans. Dalam fungsi
produksi, jeans itu bisa diproduksi dengan berbagai macam cara. Kalau salah
satu komposisinya diubah begitu saja, maka hasilnya juga akan berubah. Namun,
output dapat tetap sama bila perubahan satu komposisi diganti dengan komposisi
yang lain. Misalnya penurunan jumlah mesin diganti dengan penambahan tenaga
kerja. Secara matematis, fungsi produksi dapat ditulis sebagai berikut :
Q = f(L, R, C, T)
Dimana :
Q =
jumlah barang yang dihasilkan (quantity)
F
= symbol persamaan (function)
L
= tenaga kerja (labour)
R =
kekayaan alam (resources)
C =
modal (capital)
T = teknologi (technology)
B.
Perilaku Produsen
Sebuah usaha produksi baru bisa bekerja dengan baik
bila dijalankan oleh produsen atau yang sering kita sebut pengusaha. Pengusaha
adalah orang yang mencari peluang yang menguntungkan dan mengambil risiko
seperlunya untuk merencanakan dan mengelola suatu bisnis.
Pengusaha berbeda dengan pemilik bisnis kecil ataupun
manajer. Bila hanya memiliki sebuah usaha dan hanya berusaha mencari
keuntungan, maka orang itu barulah sebatas pemilik bisnis. Bila orang itu hanya
mengatur karyawan dan menggunakan sumber daya perusahaan untuk usaha, maka
orang itu disebut sebagai manajer. Pengusaha lebih dari keduanya. Pengusaha
berusaha mendirikan perusahaan yang menguntungkan, mencari dan mengelola sumber
daya untuk memulai suatu bisnis.
Agar berhasil seorang pengusaha harus mampu melakukan
4 hal sebagai berikut :
a. Perencanaan. Perencanaan antara lain
terkait dengan penyusunan strategi, rencana bisnis, serta visi perusahaan. Ia
harus tau apa yang ingin ia capai dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut.
b. Pengorganisasian. Semua sumber daya
yang ada harus bisa ia kelola untuk mencapai tujuan perusahaannya, baik sumber
daya, modal, maupun manusia.
c. Pengarahan. Agar rencana bisa
terwujud, pengusaha wajib mengarahkan dan membimbing anak buahnya.
d. Pengendalian. Kemampuan ini ada
hubungannya dengan bagaimana hasil pelaksanaan kerja tersebut. Apakah sesuai
dengan rencana atau justru sebaliknya.
C. Produksi Optimal
Produksi optimal dikaitkan dengan penggunaan factor
produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal ini dicapai dimana
tidak dimungkinkan untuk meningkatkan output tanpa mengurangi produksioutput
yang lain.
Tingkat Produksi Optimal
Tingkat produksi optimal atau Economic Production
Quantitiy (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan
meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapatdicapai
apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying
cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya, tingkat produksi optimal
akan memberikan total biayapersediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.
Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang
jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah
persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan.Metode EPQ
menggunakan asumsi sbb :
1.
barang yang
diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
2.
selama
produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat
produksi dikurangi tingkat permintaan.
3.
Selama
berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan
selama pemenuhan.
Sabtu, 14 April 2012
SOSIAL DAN KEBUDAYAAN
PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
Penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. pertumbuhan penduduk sangat cepat sehingga menimbulkan masalah sosial ekonomi dan masalah penduduk. Akibat dari bertambahnya jumlah penduduk jika tidak di imbangi oleh fasilitas – fasilitas seperti jumlah makanan, perumahan, kesempatan kerja, jumlah gedung sekolah dan sebagainya maka semakin bertambahnya penggangguran, tingkat keimiskinan dan kriminalitas di lingkungan masyarakat. Pertambahan penduduk di suatu negara pada dasarnya dipengaruhi oleh :
1.Kematian(Mortalitas)
2.Kelahiran(Fertilitas)
3.Migrasi
Sumber : blog’s Dony Setiadi
1.Kematian.
Ada beberapa tingkat kematian yaitu :
a.Tingkat kematian kasar (crude death rate/CDR)
adalah banyaknya orang meninggal pada suatu tahun perjumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.dapat dirumuskan : CDR = D/Pm k
D = jmlah kematian
Pm = jumlah penduduk per pertengahan tahun
k = konstanta = 1000
jadi jumlah penduduk yang mewakili suatu tahun tertentu ialah jumlah penduduk per bulan juni.
b.Tingkat kematian khusus (age specific death rate)
adalah tingkat kematian dipengaruhi beberapa faktor antara lain umur,jenis kelamin,pekerjaan sehingga di rumuskan : ASDR = Di /Pm k
Di = kematian penduduk kelompok umur
Pm = jumlah penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur
K = konstanta = 1000
2.Kelahiran(fertilitas)
- sulit memperoleh angka statistik lahir hidup.
- wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak (tetapi tidak meninggal hanya sekali)
- makin tua umur wanita tidaklah berati bahwa kemungkinan mempunyai anak makin menurun.
-di dalam pengukuran fasilitas akan melibatkan satu orang saja.
Ada dua istilah asing yang kedua-duanya diterjemahkan sebagai kesuburan :
a.Facundity (kesuburan)
adalah lebih diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
b.Fertility (fertilitas)
adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atau kelompok wanita.
General fertility rate (GFR) / angka kelahiran umum.
GFR adalah angka yang menunjukan jumlah kelahiran per 1000 wanita usia produktif...dapat di rumuskan sebagai berikut : GFR = B/Fm K
B = jmlah hidup pada suatu daerah pada suatu tahun tertentu
Fm = jumlah wanita pada pertengahan tahun
K = konstanta = 1000
Penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. pertumbuhan penduduk sangat cepat sehingga menimbulkan masalah sosial ekonomi dan masalah penduduk. Akibat dari bertambahnya jumlah penduduk jika tidak di imbangi oleh fasilitas – fasilitas seperti jumlah makanan, perumahan, kesempatan kerja, jumlah gedung sekolah dan sebagainya maka semakin bertambahnya penggangguran, tingkat keimiskinan dan kriminalitas di lingkungan masyarakat. Pertambahan penduduk di suatu negara pada dasarnya dipengaruhi oleh :
1.Kematian(Mortalitas)
2.Kelahiran(Fertilitas)
3.Migrasi
Sumber : blog’s Dony Setiadi
1.Kematian.
Ada beberapa tingkat kematian yaitu :
a.Tingkat kematian kasar (crude death rate/CDR)
adalah banyaknya orang meninggal pada suatu tahun perjumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.dapat dirumuskan : CDR = D/Pm k
D = jmlah kematian
Pm = jumlah penduduk per pertengahan tahun
k = konstanta = 1000
jadi jumlah penduduk yang mewakili suatu tahun tertentu ialah jumlah penduduk per bulan juni.
b.Tingkat kematian khusus (age specific death rate)
adalah tingkat kematian dipengaruhi beberapa faktor antara lain umur,jenis kelamin,pekerjaan sehingga di rumuskan : ASDR = Di /Pm k
Di = kematian penduduk kelompok umur
Pm = jumlah penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur
K = konstanta = 1000
2.Kelahiran(fertilitas)
- sulit memperoleh angka statistik lahir hidup.
- wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak (tetapi tidak meninggal hanya sekali)
- makin tua umur wanita tidaklah berati bahwa kemungkinan mempunyai anak makin menurun.
-di dalam pengukuran fasilitas akan melibatkan satu orang saja.
Ada dua istilah asing yang kedua-duanya diterjemahkan sebagai kesuburan :
a.Facundity (kesuburan)
adalah lebih diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
b.Fertility (fertilitas)
adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atau kelompok wanita.
General fertility rate (GFR) / angka kelahiran umum.
GFR adalah angka yang menunjukan jumlah kelahiran per 1000 wanita usia produktif...dapat di rumuskan sebagai berikut : GFR = B/Fm K
B = jmlah hidup pada suatu daerah pada suatu tahun tertentu
Fm = jumlah wanita pada pertengahan tahun
K = konstanta = 1000
Jumat, 06 April 2012
konsep elastisitas
Elastisitas merupakan salah satu
konsep penting untuk memahami beragam permasalahan di bidang ekonomi. Konsep
elastisitas sering dipakai sebagai dasar analisis ekonomi, seperti dalam
menganalisis permintaan, penawaran, penerimaan pajak, maupun distribusi kemakmuran.
Dalam bidang perekonomian daerah,
konsep elastisitas dapat digunakan untuk memahami dampak dari suatu kebijakan.
Sebagai contoh, Pemerintah Daerah dapat mengetahui dampak kenaikan pajak atau
susidi terhadap pendapatan daerah, tingkat pelayanan masyarakat, kesejahteraan
penduduk, pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan investasi, dan indikator ekonomi
lainnya dengan menggunakan pendekatan elastisitas. Selain itu, konsep
elastisitas dapat digunakan untuk menganalisis dampak kenaikan pendapatan
daerah terhadap pengeluaran daerah atau jenis pengeluaran daerah tertentu.
Dengan kegunaannya tersebut, alat analisis ini dapat membantu pengambil
kebijakan dalam memutuskan prioritas dan alternatif kebijakan yang memberikan
manfaat terbesar bagi kemajuan daerah.
Elastisitas
Harga Permintaan (Price Elasticity of Demand)
Elastisitas Harga Permintaan
adalah tingkat perubahan permintaan terhadap barang/jasa, yang diakibatkan
perubahan harga barang/jasa tersebut. Besar atau kecilnya tingkat perubahan
tersebut dapat diukur dengan angka-angka yang disebut koefisien elastisitas
permintaan. 2 Teori Organisasi Umum 2
Macam-macam Elastisitas Harga
Permintaan
Berdasarkan nilainya, elastisitas
permintaan dapat dibedakan menjadi lima, yaitu permintaan inelastis sempurna,
inelastis, elastis uniter, elastis, dan elastis sempurna.
Elastisitas
Silang (Cross Elasticity)
Elastisitas silang menunjukkan
hubungan antara jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang lain
yang mempunyai hubungan dengan barang tersebut. Hubungan tersebut dapat
bersifat pengganti, dapat pula bersifat pelengkap. Terdapat tiga macam respons
prubahan permintaan suatu barang (misal barang A) karena perubahan harga barang
lain (barang B), yaitu: positif, negatif, dan nol.
1.
Elastisitas silang positif. Peningkatan harga barang A menyebabkan peningkatan
jumlah permintaan barang B. Sebagai contoh, peningkatan harga kopi meningkatkan
permintaan terhadap teh. Kopi dan teh merupakan dua barang yang dapat saling
menggantikan (barang substitutif).
2.
Elastisitas silang negatif. Peningkatan harga barang A mengakibatkan turunnya
permintaan barang B. Sebagai contoh, peningkatan harga bensin mengakibatkan
penurunan permintaan terhadap kendaraan bermotor. Kedua barang tersebut
bersifat komplementer (pelengkap).
3. Elastisitas silang nol.
Peningkatan harga barang A tidak akan mengakibatkan perubahan permintaan barang
B. Dalam kaus semacam ini, kedua macam barang tidak saling berkaitan. Sebagai
contoh, kenaikan harga kopi tidak akan berpengaruh terhadap permintaan
kendaraan bermotor.
Sumber
: drfadli.blogdetik.com
Langganan:
Postingan (Atom)