Selasa, 27 Mei 2014

etika dalam berkendaraan

Berkendara dengan menggunakan mobil maupun dengan sepeda motor di kota Jakarta yang memiliki trafic lalu lintas super sibuk tentu saja bukan hal yang mudah dan nyaman. Selain di repotkan oleh kemacetan yang semakin hari-semakin menjadi jadi, kita juga sering di suguhi dengan sebagian aksi pengendara kuda besi yang masih memiliki tingkat kesadaran keselamatan berkendara yang rendah. efek ini selain semakin menambah faktor kecelakaan lalu lintas tetapi juga akan memunculkan efek domino atas perilsaya yang semakin hari dianggap sebagai kebiasaan lalu lintas sehari hari.
            Hal ini tentu saja membuat kita semakin hari menjadi resah, hilangnya kenyamanan di dunia transportasi pun tak pelak kerap menimbulkan emosi di setiap pengendara, sehingga terkadang kita juga melihat orang-orang di jalan raya melampiaskan rasa emosi dengan seenaknya, saling teriak bahkan adu jotos akibat mudahnya emosi muncul karena faktor lalu lintas semata.
            Terkadang juga suka terbawa emosi dengan segala sesuatu yang terjadi di jalan raya yang bersifat merugikan orang lain. mulai dari kendaraan yang berada di depan kita yang tiba-tiba berbelok secara mendadak, sampai ada pengendara yang menerobos lampu lalu lintas yang sangat besar resikonya.

Sabtu, 17 Mei 2014

sopan santun dalam berbicara

Kemampuan berbicara sangat penting dalam kegiatan kerja maupun kehidupan sehari – hari. Selain kualitas pesan yang disampaikan, cara berbicara pun patut diperhatikan. Pasalnya, itu akan mencerminkan kepribadian kita sebenarnya.  Dibawah ini adalah cara berbicara dengan sopan
1. Sebelum bicara, pikirkan dulu apa yang ingin disampaikan. Rangkai kata² sebaik mungkin agar pesan anda mudah dicerna oleh lawan bicara. Bertuturlah dengan gaya bahasa yang pantas, santun, dan berbasa – basilah seperlunya.
2. Saat berbicara, sesuaikan volume dengan kondisi lingkungan, jangan terlalu lirih, tetapi tidak pula terlalu keras bila anda duduk berdekatan.
3. Perhatikan nada suara, usahakan berbicara dengan nada bervariasi, dan sesekali diselingi humor tanpa menyinggung pribadi seseorang. Nada yang monoton akan membuat perhatian lawan bicara teralih dari fokus pembicaraan atu kemungkinan merasa bosan.
4. Sesuaikan kecepatan bicara dengan kondisi dan kepentingan. Jangan berbicara terlalu cepat di depan umum karena bisa jadi maksud anda tak tercena bik. Berdiskusilah di telepon yang sistematis dan tidak terlambat – lambat.

Kamis, 15 Mei 2014

tata krama dalam pergaulan

Bergaul yang baik adalah pergaulan dari hati dengan penuh keihlasan. Pergaulan dengan penuh rekayasa dan tipu daya demi kepentingan yang bernilai rendah tidak akan pernah ‘langgeng’ dan cenderung akan menimbulkan masalah. Bergaul dengan hati akan membuat kita tentram dan nyaman. Kita tidak akan dihantui dengan perasaan tidak enak dan tidak ada rasa takut kehilangan.
Apalagi kita bergaul dengan orang yang sering menyakiti hati, baik secara lisan maupun sikap/perbuatan. Niscaya kita tidak akan pernah tenang dan senang bergaul dan berdekatan dengan orang tersebut. Bahkan nantinya kita cenderung menghindari mereka. Hal ini juga berlaku bagi kita, jika kita dianggap merugikan sehingga sejak awal pun orang akan menghindari diri kita.

Rabu, 14 Mei 2014

etika menjenguk orang sakit




1.    Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah memberitahukan kedatangan kita kepada kerabat atau keluarganya. Ini sangat penting untuk memastikan apakah kedatangan kita mengganggu waktu istirahatnya atau mungkin kerabat kita tersebut sedang tidak ingin dijenguk dengan alasan tertentu. Kemungkinan lain yang mungkin terjadi adalah kerabat kita merupakan tipe orang yang tidak senang dilihat orang lain dalam keadaan sakit. Itulah alasan mengapa kita perlu untuk memberitahukan kedatangan kita pada kerabat atau keluarganya supaya kunjungan kita menjadi lebih efektif.
2.    Jangan menjenguk saat pasien sedang berada dalam jam istirahat, kecuali jika Anda adalah keluarga dekat pasien.3.    Jangan berbincang dengan pasien dalam jangka waktu yang lama. Jika Anda merasa kurang puas dengan kunjungan saat itu, datanglah kembali di lain waktu dngan tetap memperhatikan perkembangan kondisi kerabat kita tersebut.

Minggu, 11 Mei 2014

tata krama di sekolah

Tata krama atau adat sopan santun atau sering disebut etiket telah menjadi bagian dalam hidup kita. Tata krama telah menjadi persyaratan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan telah menjadi tuntutan masyarakat di manapun dan kapanpun. Tata krama merupakan kebiasaan tata cara yang lahir dalam hubungan antarmanusia. Kebiasaan ini mencul karena adanya adanya aksi dan reaksi dalam pergaulan. Tata krama yang semula berlaku dalam lingkup terbatas, lama kelamaan dapat merambat ke lingkungan yang lebih luas. Perkembangan itu secara perlahan-lahan yang pada akhirnya diterima sebagai suatu kesepakatan bersama, suatu konvensi. Dengan berjalannya waktu, tanpa disadari muncul kesepakatan tertentu yang tersaring dari lingkungan masyarakat setempat, masyarakat wilayah tertentu, dan pada akhirnya diterima sebagai kebiasaan yang berlaku secara nasional.

Tata krama adalah kebiasaan sopan santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan antarmanusia setempat. Secara etimologi Tata krama terdiri atas kata ‘tata’ dan ‘krama’. Tata berarti aturan, norma, peraturan, adat. Dan krama berarti sopan santun, kelakuan, perbuatan. Dengan demikian tata krama berarti adat sopan santun, kebiasaan sopan santun, atau sopan santun.

Sabtu, 10 Mei 2014

kode etik guru

Kode etik profesi adalah suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sanksi yang agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum

Tujuan Kode Etik
Pada dasarnya tujuan merumuskan kode etik dalam suatu profesi adalah untuk kepentingan anggota dan kepentingan organisasi.profesi itu sendiri. Secara umum tujuan mengadakan kode etik adalah sebagai berikut.
1.      Menjunjung tinggi martabat profesi.
Kode etik dapat menjaga pandangan dan kesan pihak luar atau masyarakat, agar mereka tidak memandang rendah terhadap profesi yang bersangkutan. Oleh karena itu, setiap kode etik suatu profesi akan melarang berbagai bentuk tindak-tanduk atau kelakuan anggotanya yang dapat mencemarkan nama baik profesi.
2.      Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggotanya.
Kesejahteraan mencakup lahir (atau material) maupun batin (spiritual, emosional, dan mental). Kode etik umumnya memuat larangan-larangan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan kesejahteraan para anggotanya. Misalnya dengan menetapkan tarif-tarif minimum bagi honorarium anggota profesi dalam melaksanakan tugasnya, sehingga siapa saja yang mengadakan tarif di bawah minimum akan dianggap tercela dan merugikan rekan seprofesi. Dalam hal kesejahteraan batin, kode etik umumnya memberi petunjuk- petunjukkepada anggotanya untuk melaksanakan profesinya.

Jumat, 09 Mei 2014

cybercrime


Dalam dunia maya (internet), masalah keamanan adalah satu hal yang sangat diperlukan. Karena tanpa keamanan bisa saja data-data dan sistem yang ada di internet bisa dicuri oleh orang lain. Seringkali sebuah sistem jaringan berbasis internet memiliki kelemahan atau yang sering disebut juga lubang keamanan (hole). Nah, kalau lubang tersebut tidak ditutup, pencuri bisa masuk dari lubang itu. Pencurian data dan sistem dari internet termasuk dalam kasus kejahatan komputer. Istilah dalam bahasa Inggrisnya : Cybercrime.

Cybercrime adalah tidak criminal yang dilakkukan dengan menggunakan teknologi computer sebagai alat kejahatan utama. Cybercrime merupakan kejahatan yang memanfaatkan perkembangan teknologi computer khusunya internet.
Cybercrime didefinisikan sebagai perbuatan melanggar hukum yang memanfaatkan teknologi computer yang berbasasis pada kecanggihan perkembangan teknologi internet.

Karakteristik Cybercrime
Dalam perkembangannya kejahatan konvensional cybercrime dikenal dengan :
1. Kejahatan kerah biru
2. Kejahatan kerah putih
Cybercrime memiliki karakteristik unik yaitu :
1. Ruang lingkup kejahatan
2. Sifat kejahatan
3. Pelaku kejahatan
4. Modus kejahatan
5. Jenis kerugian yang ditimbulkan